Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwas Diradja, melontarkan peringatan keras terkait polemik yang melibatkan Willie Salim. Ia menegaskan bahwa jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan, maka kehadiran Willie di Palembang akan dilarang secara permanen. Isu ini berakar dari kehebohan yang muncul akibat insiden rendang 200 kg yang menghilang dalam sebuah acara di kota tersebut.
Ancaman ini menjadi poin pamungkas dalam serangkaian tuntutan yang dikeluarkan oleh Sultan. Menurutnya, kegaduhan yang timbul telah mencoreng citra masyarakat Palembang, sehingga perlu ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak yang bersangkutan.
“Kemudian poin kelima yang terakhir, apabila Willie Salim tidak mengindahkan pesan ini atas nama Kesultanan Palembang Darussalam menyatakan kutukan kepada Willie Salim dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang sepanjang hidupnya. Demikian maklumat ini saya sampaikan agar menjadi pelajaran bagi semuanya,” ujar Sultan.
Selain larangan tersebut, terdapat empat poin tuntutan lain yang diajukan kepada Willie Salim. Sultan menegaskan bahwa pria yang dikenal sebagai kreator konten itu harus segera memenuhi tuntutan agar tidak menghadapi konsekuensi lebih lanjut.
Pertama, Sultan menuntut agar Willie menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada warga Palembang dalam sebuah pertemuan resmi yang digelar oleh Kesultanan Palembang Darussalam.
“Kesultanan Palembang Darussalam mendesak Willie Salim pertama harus mengklarifikasi secara jujur dan meminta maaflah kepada warga Palembang, bukan hanya melalui video yang disebar di medsos tetapi di dalam rapat adat kesultanan Darussalam,” jelas Sultan.
Kedua, Willie diminta untuk menjalani prosesi adat tepung tawar sebagai bentuk penebusan atas pernyataan yang dinilai tidak pantas, sesuai dengan nilai-nilai budaya Melayu Palembang yang telah lama diatur dalam kitab Undang-Undang Simbur Cahaya.
Ketiga, Sultan juga mendesak agar seluruh konten yang berkaitan dengan kegiatan memasak dan membagikan rendang di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang segera dihapus dari seluruh platform digital, termasuk YouTube, Instagram, Facebook, dan media sosial lainnya.
Keempat, Sultan menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang ditempuh oleh sejumlah masyarakat Palembang yang merasa dirugikan. Dalam hal ini, Willie telah dilaporkan secara resmi ke Polda Sumatera Selatan. Kombes Bagus Suropratomo Oktobrianto, selaku Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, mengonfirmasi bahwa terdapat dua laporan yang masuk terkait kejadian ini.
“Ada dua laporan,” kata dia kepada wartawan, dikutip dari CNN Indonesia TV, Selasa (25/3).
Menanggapi berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya, Willie Salim membantah bahwa kontennya telah direkayasa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengimbau publik agar tidak langsung menyalahkan masyarakat Palembang.
“Jujur, ini bukan salah warga Palembang. Ini sepenuhnya salah saya karena saya kurang persiapan. Mohon maaf. Saya pertama kali masak untuk orang sebanyak itu dan di bayanganku bisa kumpul dan buka bersama ribuan warga Palembang sudah lebih dari cukup,” ujarnya.
Willie menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa kecewa dengan hilangnya rendang tersebut. Sebaliknya, ia justru merasa senang melihat antusiasme warga yang sangat besar.
“Karena pada akhirnya rendang itu dimasak memang untuk dibagikan ke warga. Jujur aku hanya kaget melihat antusias warga yang luar biasa. Ini pelajaran berharga buat aku. Aku tidak merekayasa hal itu, aku hanya tidak memperhitungkan hal tersebut bisa terjadi,” ucapnya.
Kasus ini masih menjadi sorotan publik, sementara masyarakat menunggu langkah lanjutan dari pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan polemik yang telah menjadi perbincangan luas.