Berita  

Tak Diberi “Uang Jatah”, Seorang Preman di Serang Banten Mengamuk di Salon Kecantikan

Media sosial digegerkan dengan video viral yang memperlihatkan seorang pria yang diduga preman mengamuk dan mengacak-acak salon kecantikan di Jalan KH Abdul Hadi, Warjok, Kota Serang, Banten, pada Rabu (8/5/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga kesal karena tidak diberi “uang jatah” oleh pemilik salon. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat pelaku awalnya masuk ke dalam salon dan langsung menuju kasir. Pelaku kemudian berteriak dan memaki pemilik salon sambil menanyakan uang jatah.

Karena tidak mendapatkan uang yang diinginkan, pelaku kemudian mengamuk dan mengacak-acak isi salon. Pelaku memecahkan botol parfum, vas bunga, dan membuang berbagai macam peralatan salon ke lantai. Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan membunuh pemilik salon jika tidak diberi uang.

Setelah puas mengamuk, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Pemilik salon yang menjadi korban premanisme ini mengaku sangat trauma dengan kejadian tersebut. Ia berharap pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Polresta Serang Kota. Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.

Kapolresta Serang Kota AKBP Yudhi Prayono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi premanisme. Ia meminta kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum ditindak tegas oleh pihak kepolisian.

Kasus premanisme seperti ini memang masih kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan, dan lemahnya penegakan hukum.

Masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap aksi premanisme dan tidak memberikan uang jatah kepada preman. Jika melihat aksi premanisme, segera laporkan kepada pihak berwajib.

Mari kita bersama-sama ciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan menolak segala bentuk premanisme.