Bisnis  

Data Terbaru Menunjukkan Bahwa Angka Pernikahan Menurun di Indonesia, Akankah Berdampak Pada Bisnis Properti?

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, angka pernikahan tercatat sebanyak 2,02 juta pasangan, turun dari 2,2 juta pasangan pada tahun 2021.

Penurunan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, apakah hal ini akan berdampak pada bisnis properti, khususnya pada sektor perumahan.

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab turunnya angka pernikahan di Indonesia antara lain:

  • Peningkatan biaya pernikahan: Biaya pernikahan yang semakin tinggi membuat banyak pasangan menunda pernikahan mereka.
  • Perubahan gaya hidup: Generasi muda saat ini lebih memilih untuk fokus pada karir dan pengembangan diri sebelum menikah.
  • Ketidakpastian ekonomi: Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat banyak orang ragu untuk menikah dan memiliki anak.

Dampak pada bisnis properti:

Penurunan angka pernikahan dikhawatirkan akan berdampak pada bisnis properti, khususnya pada sektor perumahan. Hal ini dikarenakan permintaan terhadap rumah baru kemungkinan akan menurun.

Namun, beberapa ahli properti berpendapat bahwa dampaknya tidak akan terlalu signifikan. Hal ini dikarenakan masih ada banyak faktor lain yang mempengaruhi permintaan terhadap rumah, seperti pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis properti untuk mengatasi dampak penurunan angka pernikahan antara lain: