Industri Otomotif Indonesia Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar di Tahun 2024

Industri otomotif Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang lebih besar di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti:

  • Peningkatan kelas menengah: Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil diprediksi akan meningkatkan jumlah kelas menengah, yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap kendaraan pribadi.
  • Pemerintah yang pro-industri: Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung industri otomotif, seperti melalui kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan insentif untuk kendaraan listrik.
  • Perkembangan infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan oleh pemerintah, seperti jalan tol dan bandara, akan meningkatkan konektivitas dan mendorong mobilitas masyarakat, sehingga meningkatkan permintaan terhadap kendaraan.
  • Investasi asing: Indonesia terus menarik minat investor asing untuk berinvestasi di industri otomotif, seperti pembangunan pabrik mobil dan baterai kendaraan listrik.

Beberapa prediksi yang mendukung pertumbuhan industri otomotif di tahun 2024:

  • Penjualan kendaraan: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memprediksi penjualan mobil di tahun 2024 akan mencapai 900.000 – 1 juta unit, meningkat dari 800.000 – 900.000 unit di tahun 2023.
  • Produksi kendaraan: GAIKINDO juga memprediksi produksi kendaraan di tahun 2024 akan mencapai 1,2 juta – 1,3 juta unit, meningkat dari 1 juta – 1,1 juta unit di tahun 2023.
  • Investasi: Kementerian Perindustrian memprediksi investasi di industri otomotif di tahun 2024 akan mencapai Rp 20 triliun – Rp 25 triliun, meningkat dari Rp 15 triliun – Rp 20 triliun di tahun 2023.

Tantangan yang dihadapi industri otomotif: