Penggunaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat, Shell Dikabarkan Akan Tutup 1000 SPBU

Penggunaan kendaraan listrik di dunia terus meningkat. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, seperti meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan semakin terjangkauanya harga kendaraan listrik.

Di Indonesia sendiri, penjualan kendaraan listrik juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022, penjualan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 3.267 unit, meningkat dari 2.013 unit pada tahun 2021.

Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik ini tentu saja berdampak pada bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Shell, salah satu perusahaan raksasa energi, dikabarkan akan menutup 1.000 SPBU di seluruh dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Penutupan SPBU ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan tren penggunaan energi dan fokus Shell untuk beralih ke bisnis energi terbarukan.

Beberapa faktor yang mendorong penutupan SPBU Shell:

  • Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik: Kendaraan listrik tidak memerlukan bahan bakar bensin atau solar, sehingga mengurangi permintaan terhadap produk SPBU.
  • Pemerintah di berbagai negara memberikan insentif dan subsidi untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.
  • Harga kendaraan listrik semakin terjangkau, sehingga semakin banyak orang yang beralih ke kendaraan listrik.
  • Kesadaran masyarakat akan lingkungan semakin tinggi, sehingga banyak orang yang memilih kendaraan yang ramah lingkungan.

Penutupan SPBU Shell ini tentu saja akan berdampak pada banyak orang. Karyawan SPBU akan kehilangan pekerjaan, dan pemilik SPBU akan kehilangan bisnisnya.

Namun, penutupan SPBU ini juga merupakan tanda bahwa dunia sedang bergerak menuju era baru, yaitu era energi terbarukan.

Di masa depan, kemungkinan besar kita akan melihat lebih banyak SPBU yang tutup dan digantikan oleh stasiun pengisian daya kendaraan listrik.