Isuzu Raih Sertifikat INDI 4.0 dari Kemenperin: Bukti Komitmen Terhadap Industri 4.0 di Sektor Kendaraan Komersil

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Sertifikat Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) dari Kementerian Perindustrian pada bulan Juni 2024. Pencapaian ini menjadikan Isuzu sebagai perusahaan pertama di sektor kendaraan komersial yang mendapatkan sertifikat bergengsi ini.

Sertifikat INDI 4.0 merupakan pengakuan atas kesiapan perusahaan dalam mengimplementasikan Industri 4.0, yang meliputi aspek digitalisasi, manufaktur cerdas, dan manajemen rantai pasokan.

Isuzu berhasil mendapatkan sertifikat ini setelah melalui proses penilaian yang ketat, termasuk self assessment, verifikasi lapangan, dan verifikasi dokumen. Penilaian ini dilakukan oleh tim asesor dari Kementerian Perindustrian.

Keberhasilan Isuzu meraih Sertifikat INDI 4.0 menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kemajuan teknologi dan inovasi di industri otomotif.

Isuzu terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi baru dan menerapkan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Beberapa contoh implementasi Industri 4.0 di Isuzu:

  • Penggunaan robot di pabrik untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan produksi.
  • Penerapan sistem Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi kendaraan secara real-time.
  • Penggunaan data analytics untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Raihan Sertifikat INDI 4.0 ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi Isuzu, antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan Isuzu.
  • Membuka peluang kerjasama dengan perusahaan lain di era Industri 4.0.
  • Meningkatkan daya saing Isuzu di pasar global.

Isuzu berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan implementasi Industri 4.0 di seluruh lini bisnisnya.

Perusahaan ini yakin bahwa Industri 4.0 merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Pencapaian Isuzu ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata penerapan Industri 4.0 di sektor kendaraan komersial.

Diharapkan prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Indonesia untuk turut bertransformasi menuju Industri 4.0.