Penerimaan Siswa Baru Banyak Pungli, Gubernur Banten Murka

Wahidin Halim/NET
BERITAKARYA.CO.ID, SERANG – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA/SMK Negeri di Provinsi Banten disinyalir masih banyak praktik pungli dan jual beli kursi.
Kenyataan itu membuat Gubernur Banten, Wahidin Halim langsung naik pitam. “Saya minta datanya yang lengkap, saya skor atau saya pecat, harus diperhatikan, kita lihat tingkat kesalahannya,” kata Wahidin Halim ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten seperti dilansir newsmedia.co.id, Selasa (11/7/2017).
Wahidin Halim menyarankan agar masyarakat atau pihak manapun yang mengetahui persoalan tersebut agar melapor ke polisi. Menurutnya, tindakan tersebut telah melanggar hukum. “Lapor aja, tindak lanjuti, bagus saya setuju itu, bongkar. Kalau melanggar hukum, laporkan ke polisi,” kata pria yang biasa disapa Pak WH itu.
Wahidin kesal karena sebelumnya pernah menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah SMA/SMK di Banten dalam forum pertemuan dengan kepala sekolah agar tidak melakukan pungli.
Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Banten menemukan sejumlah masalah dan praktik kecurangan selama pelaksanaan PPDB 2017 tingkat SMA sederajat. Salah satunya laporan pungli dengan nilai jutaan rupiah.
Kepala Ombudsman Perwakilan Banten, Bambang P. Sumo mengatakan, dari hasil monitoring ada pengaduan ditemukannya pungutan senilai Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.
“SMA di Tanara misalnya, ada pungutan sebesar Rp4 juta begitu siswa diterima. Ada juga siswa di Kramatwatu yang harus bayar Rp2,5 juta,” ungkapnya.
Selain pungli, monitoring Ombudsman juga menemukan jual beli ‘kursi’. Menurut Bambang, para pembeli kursi tersebut datang dari orang-orang berpengaruh seperti DPRD, kepala daerah, maupun kepala dinas.
“Unggulan sama aja. Titipan itu mereka dipusingkan (oleh) DPRD, kepala daerah, kepala dinas,” ujarnya.
Angka untuk membeli kursi tersebut cukup besar, dari Rp5 juta hingga Rp10 juta. Sayangnya, terkait kasus tersebut tidak ada bukti yang berhasil didapat karena tidak ada yang berani melapor secara resmi, hanya aduan biasa.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *