Dituduh Monopoli Pasar Perangkat Smartphone, Amerika Serikat Kini Menggugat Apple

Pada tanggal 21 Maret 2024, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) bersama dengan 16 jaksa agung negara bagian dan distrik mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Apple. Gugatan ini menuduh Apple telah secara ilegal mempertahankan monopoli atas pasar smartphone di Amerika Serikat.

Gugatan tersebut berfokus pada dua praktik utama Apple yang dianggap anti-persaingan:

  1. Kontrol Apple atas App Store: Apple mewajibkan semua aplikasi di iPhone untuk didistribusikan melalui App Store. Apple juga mengenakan komisi 30% untuk semua pembelian dalam aplikasi. DOJ menuduh bahwa praktik ini telah merugikan pengembang aplikasi dan konsumen.
  2. Pembatasan Apple pada pembayaran mobile: Apple tidak mengizinkan pengguna iPhone untuk menggunakan metode pembayaran lain selain Apple Pay untuk pembelian dalam aplikasi. DOJ menuduh bahwa praktik ini telah merugikan perusahaan lain yang menawarkan layanan pembayaran mobile.

DOJ meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple untuk menghentikan praktik anti-persaingan ini dan untuk membuka platformnya bagi pesaing.

Apple membantah tuduhan DOJ dan mengatakan bahwa mereka akan melawan gugatan tersebut. Apple mengatakan bahwa App Store telah menciptakan pasar yang kompetitif dan inovatif untuk aplikasi dan bahwa Apple Pay adalah pilihan yang aman dan nyaman bagi konsumen.

Gugatan DOJ terhadap Apple adalah perkembangan penting dalam upaya pemerintah untuk mengatasi masalah monopoli di industri teknologi. Hasil dari kasus ini dapat memiliki dampak signifikan pada pasar smartphone dan pada cara Apple menjalankan bisnisnya.

Berikut beberapa kemungkinan dampak dari gugatan ini: