Industri Otomotif Domestik Dinilai Rusak, Pemerintah Diminta Larang Mobil Listrik Asal China

Sejumlah pihak mengkritik keras kebijakan pemerintah yang dinilai telah merusak industri otomotif domestik.

Kritikan ini muncul seiring dengan maraknya impor mobil listrik asal China yang dianggap mengancam kelangsungan hidup industri otomotif dalam negeri.

Salah satu kritikus yang vokal adalah Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohanes Djajadi.

Dia menilai bahwa kebijakan pemerintah yang memberikan insentif besar bagi impor mobil listrik asal China telah menciptakan persaingan yang tidak sehat.

“Industri otomotif nasional saat ini sedang sakit parah. Kebijakan pemerintah yang memberikan insentif besar bagi impor mobil listrik asal China telah memperparah kondisi ini,” ujar Yohanes dalam sebuah pernyataan, Senin (15/4/2024).

Yohanes menambahkan bahwa insentif tersebut telah membuat harga mobil listrik asal China jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil listrik yang diproduksi di Indonesia.

Hal ini menyebabkan konsumen lebih memilih membeli mobil listrik impor daripada mobil listrik lokal.

“Akibatnya, banyak pabrik otomotif di Indonesia yang terpaksa merumahkan karyawannya karena penjualan mereka menurun drastis,” kata Yohanes.

Selain Yohanes, beberapa pengamat otomotif juga menyuarakan kritik serupa.

Mereka meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah yang tegas untuk melindungi industri otomotif domestik.

Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan memberlakukan larangan impor mobil listrik asal China.

Menurut para pengamat, langkah ini diperlukan untuk memberikan waktu bagi industri otomotif domestik untuk berbenah diri dan meningkatkan daya saingnya.

“Pemerintah harus segera bertindak tegas untuk melindungi industri otomotif nasional. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan memberlakukan larangan impor mobil listrik asal China,” ujar pengamat otomotif, Bebi Haryadi.

Bebi menambahkan bahwa pemerintah juga perlu memberikan dukungan yang lebih besar kepada industri otomotif domestik,

seperti dengan memberikan insentif pajak dan pendanaan untuk penelitian dan pengembangan.

“Pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih besar kepada industri otomotif domestik agar mereka dapat bersaing dengan produk-produk impor,” kata Bebi.

Permintaan untuk melarang impor mobil listrik asal China ini tentunya menjadi dilema bagi pemerintah.

Di satu sisi, pemerintah ingin melindungi industri otomotif domestik,

di sisi lain, pemerintah juga ingin mendorong penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi gas buang kendaraan.

Pemerintah perlu mempertimbangkan semua aspek dengan seksama sebelum mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan industri otomotif di Indonesia.