Berita  

Niat Hati Ingin Bangunkan Sahur, Sejumlah Pemuda Malah Terlibat Cekcok dengan Warga Sekitar di Depok Jawa Barat

Depok, Jawa Barat – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan cekcok antara sekelompok pemuda dengan warga sekitar di Jalan Nusantara, RT 4 RW 2, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada Senin (25/3) dini hari.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa pemuda memukul bedug dan toa masjid dengan keras untuk membangunkan warga sahur.

Aksi para pemuda tersebut kemudian ditegur oleh salah satu warga yang merasa terganggu.

Teguran tersebut kemudian berujung pada cekcok antara para pemuda dan warga sekitar.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan salah satu warga, Asep, para pemuda tersebut sudah sering memukul bedug dan toa masjid dengan keras untuk membangunkan sahur.

“Sudah sering ditegur, tapi mereka tidak mau dengar. Malah maki-maki warga,” kata Asep, Selasa (26/3).

Pada Senin (25/3) dini hari, Asep kembali menegur para pemuda tersebut karena memukul bedug dan toa masjid dengan keras.

Teguran Asep kemudian dibalas dengan makian oleh para pemuda.

Cekcok antara para pemuda dan warga sekitar pun terjadi.

Tindakan Aparat Kepolisian

Mendapat laporan adanya cekcok, aparat kepolisian dari Polsek Pancoran Mas mendatangi lokasi kejadian.

Aparat kepolisian kemudian melerai cekcok antara para pemuda dan warga sekitar.

Imbauan Kepolisian

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Rony Wowor, mengimbau kepada masyarakat untuk membangunkan sahur dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu ketenangan warga lain.

“Kita harus saling menghormati. Bangunkan sahur dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu ketenangan warga lain,” kata Rony.

Kesimpulan

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga toleransi dan kerukunan antar warga.

Mari kita bersama-sama membangunkan sahur dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu ketenangan warga lain.

Update

Para pemuda yang terlibat cekcok dengan warga sekitar telah meminta maaf kepada warga.

Para pemuda tersebut berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Pesan Moral

Kasus ini menjadi contoh bagaimana pentingnya menjaga toleransi dan komunikasi yang baik antar warga.

Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas dan keamanan selama bulan Ramadhan.