Berita  

Macet Parah di Pelabuhan Merak Terjadi Saat Mudik Lebaran 2024, Para Pakar Jelaskan Penyebabnya

Mudik Lebaran 2024 diwarnai dengan kemacetan parah di Pelabuhan Merak, Banten. Ribuan kendaraan pemudik terjebak macet selama berjam-jam bahkan berhari-hari untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.

Berdasarkan pantauan, kemacetan di Pelabuhan Merak mulai terjadi sejak H-3 Lebaran. Antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer, bahkan sampai ke luar gerbang tol. Banyak pemudik yang terpaksa bermalam di dalam kendaraan atau di luar pelabuhan karena tidak kuat menahan lelah.

Para pakar menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan parah di Pelabuhan Merak:

1. Peningkatan Volume Kendaraan:

Jumlah kendaraan yang mudik melalui Pelabuhan Merak pada tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • Peningkatan jumlah pemudik: Diperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi pada tahun 2024 meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun 2023.
  • Kebijakan ganjil-genap: Kebijakan ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek membuat sebagian pemudik beralih ke jalur non-tol, termasuk ke Pelabuhan Merak.

2. Kapasitas Pelabuhan Terbatas:

Kapasitas Pelabuhan Merak saat ini masih belum mampu menampung jumlah kendaraan pemudik yang tinggi. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di dermaga.

3. Kurangnya Koordinasi:

Kurangnya koordinasi antara berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Perhubungan, ASDP, dan Kepolisian, juga menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan.

4. Cuaca Buruk:

Cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang, juga memperlambat proses penyebrangan di Pelabuhan Merak.

Pemerintah dan berbagai pihak terkait telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Merak, seperti:

  • Menambah jumlah kapal ferry: ASDP menambah jumlah kapal ferry yang beroperasi di Pelabuhan Merak untuk mengangkut lebih banyak kendaraan.
  • Membuka dermaga baru: Dermaga baru di Pelabuhan Merak telah dioperasikan untuk menampung lebih banyak kendaraan.
  • Menerapkan sistem buka tutup gate: Sistem buka tutup gate diterapkan di pintu masuk pelabuhan untuk mengendalikan volume kendaraan.
  • Mengimbau pemudik untuk menyebrang di luar puncak arus mudik: Pemerintah mengimbau pemudik untuk menyebrang di luar puncak arus mudik untuk menghindari kemacetan.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya, kemacetan di Pelabuhan Merak masih belum terurai sepenuhnya. Diperlukan solusi jangka panjang yang lebih komprehensif untuk mengatasi permasalahan ini di masa depan.

Berikut beberapa solusi jangka panjang yang dapat dipertimbangkan:

  • Meningkatkan kapasitas Pelabuhan Merak: Perlu dilakukan pembangunan dermaga baru dan perluasan area pelabuhan untuk menampung lebih banyak kendaraan.
  • Membangun infrastruktur transportasi alternatif: Pembangunan jalan tol baru dan jalur kereta api ke Sumatera dapat membantu mengurangi beban di Pelabuhan Merak.
  • Meningkatkan koordinasi antar pihak terkait: Koordinasi yang lebih baik antara Kementerian Perhubungan, ASDP, Kepolisian, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Merak.
  • Menerapkan sistem pemesanan tiket online: Penerapan sistem pemesanan tiket online dapat membantu mengatur jumlah kendaraan yang masuk ke pelabuhan dan mencegah penumpukan kendaraan.

Dengan solusi jangka panjang yang komprehensif, diharapkan kemacetan di Pelabuhan Merak pada mudik tahun-tahun berikutnya dapat dihindari. Pemudik dapat menikmati perjalanan mudik yang lebih lancar dan nyaman.